Pages - Menu

Showing posts with label Ridho. Show all posts
Showing posts with label Ridho. Show all posts

Wednesday, October 29, 2014

Kebetulan yang Terajut Benang Ukhuwah

Dalam kamus memang terdapat beberapa kata yang pada kenyataannya kata itu hanyalah sebatas kata. Kata-kata tersebut hanya berujung pada perbendaharaan bahasa saja, seperti kata ‘kebetulan’. Kebetulan hanyalah sebongkah kata. Dalam kehidupan nyata hal yang disepakati manusia untuk menyebut sebuah kejadian yang tidak disengaja (kebetulan) pada dasarnya tidak pernah ada. Semua sudah ada yang mengatur, mulai dari kisah hidup setiap insan sampai pertemuan-pertemuan dengan berbagai orang dan bumbu intrik yang melekat bersama peristiwa-peristiwa tersebut. Usaha, upaya yang kita lakukan adalah hiasan terakhir untuk memperindahnya.
Akhir-akhir ini, aku betul merasakan kekuatan ukhuwah (jalinan terbentuk karena pertemuan-pertemuan penting yang telah diaturNya) dan doa-doa yang mengiringinya. Keputusan yang kupilih saat ini sama sekali tak pernah terbayang oleh diriku setahun lalu. Banyak hal yang harus kuupayakan, banyak hal yang selama ini belum pernah kulakukan dan moment ini memaksaku untuk melakukannya. Di saat waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya dirasa kurang (tidak bisa memanajemen waktu dengan baik), akhirnya aku hanya pasrah dan memperkuat doaku, memanfaatkan sisa waktu yang tak sampai seminggu untuk mengoptimalkannya.
Di saat yang sama, aku meminta ridho dan doa tak hanya dari kedua orang tua, tapi dari orang-orang luar biasa yang tak perlu kata dalam menyayangi dan mengasihiku. Allah mempertemukanku dengan mereka melalui cara dan jalan yang sama sekali tak terduga, melalui jalan yang kala itu aku sangat membencinya. Benar adanya, segala sesuatu yang kita benci itu belum tentu tidak baik bagi kita karena hanya Allah yang tahu dan mengerti apa yang terbaik untuk kita.
Sahabat-sahabat terkasihku yang telah menghuni tetap di sela-sela hatiku, aku sangat bersyukur Allah telah mempertemukan dan merajut ukhuwah kita menjadi semakin apik, indah, hangat. Terima kasih selama ini kalian selalu ada untukku, tak perlu kalian berucap, rasa cinta, kasih, dan sayang itu telah sampai di hatiku. Terima kasih selalu menyebut namaku dalam doa-doa kalian. Tanpa kalian, tanpa doa kalian, aku tak bisa melangkah sejauh ini. Berharap ukhuwah ini akan selalu abadi sampai di akhirat nanti. I love you all because of Allah. Semoga Allah juga melimpahkan berlipat-lipat kebaikan dan keberkahan pada kalian. Have a blessed, nice, and barokah day ever! Mohon doanya lagi ya, ^_^

Tuesday, October 21, 2014

Gemericik Renungan



Satu per satu, mereka yang di sekelilingku melangkah jauh ke berbagai penjuru menyongsong mimpi dan angan masing-masing. Aku masih saja di sini, menoleh kiri, kanan, depan, belakang. Jalan-jalan yang bercabang mengelilingiku dengan bujuk dan rayunya, begitu menyiksa batinku. Terlalu banyak bisik lirih yang menggemingkan hatiku, membuatku enggan untuk melangkah dengan kaki yang terbungkus sepatu ketakutan. Aku tak sanggup berdiri dengan kakiku sendiri, selalu bersandar pada tanaman di kiri kananku. Ingin ku dekati tembok-tembok yang menjulang di setiap percabangan, melompatinya atau jikalau mungkin menghancurkannya dengan tangan ini.
Beranekaragam faktor yang terus mendesakku, berbagai ekspektasi menghampiriku, membuatku semakin kekeuh untuk menjaga idealismeku, mengejar mimpiku yang sesungguhnya. Bukan karena tuntutan orang tua, bukan karena saran sobat atau pun yang lainnya. Tapi, di penghujung jalan, apa yang akan ku temui nanti? Apa yang akan bisa ku lakukan setelah semuanya itu tercapai? Itu pertanyaan yang membuatku terkungkung dalam belenggu kekhawatiran, jawabannya tak ada di mana pun, aku belum menemukannya. Tak berani sedikit pun aku menjawab lebih dari itu, lebih dari, “Itu yang kuinginkan. Itu mimpiku.” Perkara nanti setelahnya masih menjadi misteri bagiku, tapi aku sama sekali tak mempermasalahkannya.
Berbeda dengan kedua orang tua yang lebih mengedepankan realita, aku tak berani menyuguhkan jawaban gila yang ada di kepalaku. Dalam hati aku selalu menjaganya, “Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukku. Apa pun itu, segala yang kujalani, kulalui dalam setiap detik hidup ini adalah yang terbaik untukku.” Aku masih belum menemukan moment yang tepat untuk meyakinkan orang tuaku akan hal itu, seperti kala dulu aku meyakinkan dan membujuk mereka untuk memberiku ridho mengejar mimpiku. Karena bagaimana pun juga, ridho Allah adalah ridho orang tua.
Sudah kah meminta ridho orang tua dalam setiap kegiatan kita? Jangan sampai mimpi-mimpimu tertunda karena keikhalasan bapak ibu dalam mendukung dan mendoakan kita. Have a nice and barokah Tuesday!