Pages - Menu

Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Saturday, September 5, 2015

Mutiara Kata

Untaian mutiara kata terhempas oleh jutaan rasa
Hening, tak mampu bergetar
Lantunan angin menghela badai dalam dada
Tak berujung, merekah memar

Cinta yang tersimpan semerbak di bawah langit
Bersama bintang  ia bersimpuh
Menengadah, tak pernah menyerah
Sungguh, hanya dari hati yang merindu kuat



Sekaan ujung manis dari tangan melunglai
Tak kuasa mengunci duka dari mata
Rasa yang sama selalu ada menjuntai
Semua hanya ilusi yang tertatah senja

Asa tak pernah meredup dalam mimpi
Hanya dari hati ia bergelimang kasih
Kisah sampaikan perpisahan pada angan
Menyambut serpihan luka yang indah
Tak ada dusta, tak ada duka yang mengiringi
Cukup mutiara kata yang bersulang cinta dengan rembulan

Hanya mutiara dari hati yang tersimpan untukmu ...


[Lin Azale – 2015.08.26]

*Inspired by Battle of Surabaya

Wednesday, October 29, 2014

Kebetulan yang Terajut Benang Ukhuwah

Dalam kamus memang terdapat beberapa kata yang pada kenyataannya kata itu hanyalah sebatas kata. Kata-kata tersebut hanya berujung pada perbendaharaan bahasa saja, seperti kata ‘kebetulan’. Kebetulan hanyalah sebongkah kata. Dalam kehidupan nyata hal yang disepakati manusia untuk menyebut sebuah kejadian yang tidak disengaja (kebetulan) pada dasarnya tidak pernah ada. Semua sudah ada yang mengatur, mulai dari kisah hidup setiap insan sampai pertemuan-pertemuan dengan berbagai orang dan bumbu intrik yang melekat bersama peristiwa-peristiwa tersebut. Usaha, upaya yang kita lakukan adalah hiasan terakhir untuk memperindahnya.
Akhir-akhir ini, aku betul merasakan kekuatan ukhuwah (jalinan terbentuk karena pertemuan-pertemuan penting yang telah diaturNya) dan doa-doa yang mengiringinya. Keputusan yang kupilih saat ini sama sekali tak pernah terbayang oleh diriku setahun lalu. Banyak hal yang harus kuupayakan, banyak hal yang selama ini belum pernah kulakukan dan moment ini memaksaku untuk melakukannya. Di saat waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya dirasa kurang (tidak bisa memanajemen waktu dengan baik), akhirnya aku hanya pasrah dan memperkuat doaku, memanfaatkan sisa waktu yang tak sampai seminggu untuk mengoptimalkannya.
Di saat yang sama, aku meminta ridho dan doa tak hanya dari kedua orang tua, tapi dari orang-orang luar biasa yang tak perlu kata dalam menyayangi dan mengasihiku. Allah mempertemukanku dengan mereka melalui cara dan jalan yang sama sekali tak terduga, melalui jalan yang kala itu aku sangat membencinya. Benar adanya, segala sesuatu yang kita benci itu belum tentu tidak baik bagi kita karena hanya Allah yang tahu dan mengerti apa yang terbaik untuk kita.
Sahabat-sahabat terkasihku yang telah menghuni tetap di sela-sela hatiku, aku sangat bersyukur Allah telah mempertemukan dan merajut ukhuwah kita menjadi semakin apik, indah, hangat. Terima kasih selama ini kalian selalu ada untukku, tak perlu kalian berucap, rasa cinta, kasih, dan sayang itu telah sampai di hatiku. Terima kasih selalu menyebut namaku dalam doa-doa kalian. Tanpa kalian, tanpa doa kalian, aku tak bisa melangkah sejauh ini. Berharap ukhuwah ini akan selalu abadi sampai di akhirat nanti. I love you all because of Allah. Semoga Allah juga melimpahkan berlipat-lipat kebaikan dan keberkahan pada kalian. Have a blessed, nice, and barokah day ever! Mohon doanya lagi ya, ^_^

Cinta Kasih Tanpa Kata

Temaram cahyanya syahdu menerpa mata dan hatiku
Mengelus manis, hangat di setiap ujung jari yang bersandar di punggungku
Notifikasi tak melambai, meluruhkan bulir air di sudut mataku

Teringat akan sosokmu mengais asa
Sempit sesak hati ini mengungkap memori lara
Gigil mendera tubuh ini, angin musim dingin mencengkeram erat
Salju yang menari membekukan ujung-ujung hati yang tercekat



Bunga pun mekar, musim pun berjalan mengarungi waktu
Semua yang tertangkap lensa terasa begitu memukau
Kehadiranmu yang sesaat berbekas duka
Namun sisa-sisa harum seminya sangat berharga

Cukup kutatap lembaran langit dengan bintang dan bulannya
Kutahu kau selalu tersenyum, berlari ke ujung cakrawala
Tak perlu kau bentuk rasa itu ke dalam kata
Aku tahu apa yang kau jaga dalam dada

Sumber gambar