Temaram
cahyanya syahdu menerpa mata dan hatiku
Mengelus
manis, hangat di setiap ujung jari yang bersandar di punggungku
Notifikasi
tak melambai, meluruhkan bulir air di sudut mataku
Teringat
akan sosokmu mengais asa
Sempit
sesak hati ini mengungkap memori lara
Gigil
mendera tubuh ini, angin musim dingin mencengkeram erat
Salju
yang menari membekukan ujung-ujung hati yang tercekat
Bunga
pun mekar, musim pun berjalan mengarungi waktu
Semua
yang tertangkap lensa terasa begitu memukau
Kehadiranmu
yang sesaat berbekas duka
Namun
sisa-sisa harum seminya sangat berharga
Cukup
kutatap lembaran langit dengan bintang dan bulannya
Kutahu
kau selalu tersenyum, berlari ke ujung cakrawala
Tak
perlu kau bentuk rasa itu ke dalam kata
Aku
tahu apa yang kau jaga dalam dadaSumber gambar
.jpg)
No comments:
Post a Comment