Pages - Menu

Tuesday, October 21, 2014

Gemericik Renungan



Satu per satu, mereka yang di sekelilingku melangkah jauh ke berbagai penjuru menyongsong mimpi dan angan masing-masing. Aku masih saja di sini, menoleh kiri, kanan, depan, belakang. Jalan-jalan yang bercabang mengelilingiku dengan bujuk dan rayunya, begitu menyiksa batinku. Terlalu banyak bisik lirih yang menggemingkan hatiku, membuatku enggan untuk melangkah dengan kaki yang terbungkus sepatu ketakutan. Aku tak sanggup berdiri dengan kakiku sendiri, selalu bersandar pada tanaman di kiri kananku. Ingin ku dekati tembok-tembok yang menjulang di setiap percabangan, melompatinya atau jikalau mungkin menghancurkannya dengan tangan ini.
Beranekaragam faktor yang terus mendesakku, berbagai ekspektasi menghampiriku, membuatku semakin kekeuh untuk menjaga idealismeku, mengejar mimpiku yang sesungguhnya. Bukan karena tuntutan orang tua, bukan karena saran sobat atau pun yang lainnya. Tapi, di penghujung jalan, apa yang akan ku temui nanti? Apa yang akan bisa ku lakukan setelah semuanya itu tercapai? Itu pertanyaan yang membuatku terkungkung dalam belenggu kekhawatiran, jawabannya tak ada di mana pun, aku belum menemukannya. Tak berani sedikit pun aku menjawab lebih dari itu, lebih dari, “Itu yang kuinginkan. Itu mimpiku.” Perkara nanti setelahnya masih menjadi misteri bagiku, tapi aku sama sekali tak mempermasalahkannya.
Berbeda dengan kedua orang tua yang lebih mengedepankan realita, aku tak berani menyuguhkan jawaban gila yang ada di kepalaku. Dalam hati aku selalu menjaganya, “Allah telah mempersiapkan yang terbaik untukku. Apa pun itu, segala yang kujalani, kulalui dalam setiap detik hidup ini adalah yang terbaik untukku.” Aku masih belum menemukan moment yang tepat untuk meyakinkan orang tuaku akan hal itu, seperti kala dulu aku meyakinkan dan membujuk mereka untuk memberiku ridho mengejar mimpiku. Karena bagaimana pun juga, ridho Allah adalah ridho orang tua.
Sudah kah meminta ridho orang tua dalam setiap kegiatan kita? Jangan sampai mimpi-mimpimu tertunda karena keikhalasan bapak ibu dalam mendukung dan mendoakan kita. Have a nice and barokah Tuesday!

2 comments: