Satu per satu, mereka yang di
sekelilingku melangkah jauh ke berbagai penjuru menyongsong mimpi dan angan
masing-masing. Aku masih saja di sini, menoleh kiri, kanan, depan, belakang.
Jalan-jalan yang bercabang mengelilingiku dengan bujuk dan rayunya, begitu
menyiksa batinku. Terlalu banyak bisik lirih yang menggemingkan hatiku,
membuatku enggan untuk melangkah dengan kaki yang terbungkus sepatu ketakutan. Aku
tak sanggup berdiri dengan kakiku sendiri, selalu bersandar pada tanaman di
kiri kananku. Ingin ku dekati tembok-tembok yang menjulang di setiap
percabangan, melompatinya atau jikalau mungkin menghancurkannya dengan tangan
ini.
Beranekaragam faktor yang terus
mendesakku, berbagai ekspektasi menghampiriku, membuatku semakin kekeuh untuk
menjaga idealismeku, mengejar mimpiku yang sesungguhnya. Bukan karena tuntutan
orang tua, bukan karena saran sobat atau pun yang lainnya. Tapi, di penghujung
jalan, apa yang akan ku temui nanti? Apa yang akan bisa ku lakukan setelah semuanya
itu tercapai? Itu pertanyaan yang membuatku terkungkung dalam belenggu
kekhawatiran, jawabannya tak ada di mana pun, aku belum menemukannya. Tak
berani sedikit pun aku menjawab lebih dari itu, lebih dari, “Itu yang
kuinginkan. Itu mimpiku.” Perkara nanti setelahnya masih menjadi misteri
bagiku, tapi aku sama sekali tak mempermasalahkannya.
Berbeda dengan kedua orang tua yang
lebih mengedepankan realita, aku tak berani menyuguhkan jawaban gila yang ada
di kepalaku. Dalam hati aku selalu menjaganya, “Allah telah mempersiapkan yang
terbaik untukku. Apa pun itu, segala yang kujalani, kulalui dalam setiap detik
hidup ini adalah yang terbaik untukku.” Aku masih belum menemukan moment yang tepat untuk meyakinkan orang
tuaku akan hal itu, seperti kala dulu aku meyakinkan dan membujuk mereka untuk
memberiku ridho mengejar mimpiku. Karena bagaimana pun juga, ridho Allah adalah
ridho orang tua.
Sudah
kah meminta ridho orang tua dalam setiap kegiatan kita? Jangan sampai
mimpi-mimpimu tertunda karena keikhalasan bapak ibu dalam mendukung dan
mendoakan kita. Have a nice and barokah Tuesday!

Syemangats yah mbaaaak! ^^
ReplyDeleteHehehe... mari semangat mengejar mimpi Put!
Delete